Jumat, 28 November 2014

Bahan bacan doko

Bahan bacan doko
Bahan bacan doko Kepada para penambang atau pun pengumpul batu bacan yang ada di lokasi di halmahera selatan kami siap membeli batu bacan anda dengan harga yang pantas.
Kami hanya menerima atau membeli batu bacan yang masih bongkahan, tidak menerima dalam bentuk cincin dan bentuk lainnya yang sudah diolah.

Kami hanya menerima atau membeli batu bacan yang masih bongkahan.

Syarat jika ingin menjual batu bacan kepada kami :
  1.     Batu harus dalam bentuk Bongkahan ( Kami tidak menerima hasil olahan)
  2.     Asli  tanpa ada rekayasa atau proses kimia
  3.     Langsung dari pencari atau penambang atau pengumpul di halmahera bukan jakarta dll
Kami akan memblacklist pengumpul yang melakukan kecurangan. semoga kita bisa bekerja sama dalam jangka panjang.

Untuk Keterangan lebih Lanjut silahkan Kontak 0818 623 964

---------------------------------------------------------------------------------




































.............................
Bahan bacan doko Fama dan French (1992) dalam membagi perusahaan ke dalam 10 (desil) kelompok menurut rasio nilai buku terhadap harga pasarnya dan menguji return bulanan dari setiap kelompok portofolio tersebut selama periode Juli 1963-Desember 1990, desil dengan rasio nilai buku terhadap harga pasar yang tinggi mempunyai return rata-rata sebesar 1,65 persen, sedangkan desil dengan rasio terendah hanya sekitar 0,72 persen per bulan. Kenyataannya, Fama dan French menemukan bahwa setelah mengontrol pengaruh rasio nilai buku terhadap harga pasarnya (book to market effect) beta tidak lagi mempunyai kemampuan untuk menjelaskan return sekuritas. Temuan ini merupakan tantangan yang penting terhadap gagasan rasional, karena menunjukkan bahwa sebuah faktor yang seharusnya mempengaruhi return yaitu risiko sistematis (beta) tampak tidak berarti apa-apa, sementara faktor yang seharusnya tidak berarti apa-apa yaitu rasio nilai buku terhadap harga pasar tampak mampu memprediksi return masa depan.
Bahan bacan doko Fama dan French (1993) menyajikan beberapa tes yang menyatakan bahwa rasio BE/ME dan ukuran perusahaan pada kenyataanya adalah proksi untuk loading perusahaan atas faktor risiko yang memiliki harga tertentu. Pertama, mereka menunjukkan bahwa harga pada saham yang memiliki rasio book to market yang tinggi dan ukuran perusahaan yang kecil cenderung mudah untuk bergerak ke atas dan ke bawah. Kedua, mereka menemukan bahwa loading atas faktor biaya nol portofolio berdasarkan ukuran (SMB) dan rasio book to market (HML) bersama dengan suatu nilai tertimbang portofolio pasar menjelaskan kelebihan tingkat pengembalian pada suatu kumpulan portofolio book to market dan size. Dalam penelitian mereka, Fama dan French (1993) menyatakan bahwa size dan BE/ME memiliki sensitifitas terhadap faktor risiko yang juga merupakan faktor penentu pada variasi stock return dan membantu menjelaskan cross sections of average return. Bukti-bukti pada penelitian mereka menunjukkan bahwa firm size dan BE/ME berhubungan dengan keuntungan yang diperoleh.
Bahan bacan doko Dalam penelitian Fama dan French (1995) ditemukan bahwa size berhubungan dengan profitabilitas. Saham perusahaan kecil mempunyai kecenderungan pendapatan (earnings) yang lebih rendah daripada saham perusahan besar. Size effect di dalam pendapatan terjadi dikarenakan kemungkinan besar keuntungan yang rendah dari saham perusahaan kecil terutama setelah resesi di Amerika Serikat pada tahun 1980.  Fama dan French (1995) menyatakan bahwa secara parsial size berpengaruh signifikan terhadap return.
Pada penelitian ini Fama dan French menyatakan bahwa jika saham dinilai secara rasional maka, perbedaan sistematik dari rata-rata stock returns adalah sama dengan perbedaan dalam risiko. Jadi, dengan penilaian rasional size dan book to market harus mewakili sensitifitas dari faktor risiko dalam return. Fama dan French mengkonfirnasi bahwa portofolio yang dibuat untuk meniru faktor risiko yang berhubungan dengan size dan book to market menembahkan secara subtantially dengan variasi dalam stock return yang dijelaskan oleh portofolio pasar. Pembuktian bahwa size dan book to market equity  book to market equity
Bahan bacan doko yang berprediksi terhadap risk factor pada return ini adalah konsisten dengan teori rational-pricing untuk peran dari size dan  book to market dalam rata-rata return secara keseluruhan.
Teori rational-pricing menyatakan ukuran (size) perusahaan menunjukkan peningkatan penjualan dan juga rasio dari book to market equity persahaan yang menunjukkan peningkatan pada earnings. Book to market equity  yang rendah mencerminkan perusahaan dengan pertumbuhan average return yang tinggi. Dalam penelitian tersebut, Fama dan French juga mengemukakan bahwa terdapat hubungan yang erat antara market equity dan rasio book to market equity dengan economic income yang diprediksi melalui earnings.
Bahan bacan doko Penelitian lain dilakukan oleh Dichev (1998) secara langsung menyelidiki hubungan di antara distress risk, size, B/M dan return, mempergunakan bankruptcy risk sebagai satu proksi untuk distress risk. Berbeda dengan apa yang diharapkan jika B/M premium berhubungan dengan distress risk, Dichev (1998) menemukan bahwa suatu equal-weighted portfolio pada perusahaan dengan distress yang tertinggi memiliki rasio B/M dan return rendah. Sebagai tambahan, suatu strategi berdagang yaitu suatu equal-weighted portfolio jangka panjang pada perusahaan dengan risiko kebangkrutan rendah (70 % dari semua firma dengan probabilitas kebangkrutan terendah) dan pendek pada perusahaan dengan risiko kebangkrutan tinggi (10% dari semua firma dengan probabilitas kebangkrutan tertinggi) menyediakan suatu positive mean monthly return sebesar 1.17%. Andreas Charitou dan Eleni Constantinidis (2004) melakukan penelitian terhadap Japanese Stock Market periode 1992 – 2001 untuk menguji perilaku lihat juga jual tasbih kayu gaharu
laba, dalam hubungannya dengan size dan book-to-market equity. Dari hasil penelitian tersebut, mereka menyatakan bahwa terdapat hubungan signifikan antara market, size, book-to-market equity dan expected stock return pada Japanese Market.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar